6 Hal yang Tak Bisa Dipaksakan dalam Hubungan

tentangan dalam hubungan
tentangan dalam hubungan

Menurut Judi Online normalnya, suatu hubungan dijalani atas dasar kemauan untuk melangkah bersama. Dalam proses melangkah pun butuh adanya tarik ulur ego supaya langkah kalian tetap seritme. Kalian pun butuh menyesuaikan diri, supaya bisa sama-sama memahami. Namun terdapat kalanya proses penyesuaian diri ini tak berlangsung lancar. Kamu tak dapat melangkah dengannya yang sudah bertolak belakang arah. Tapi atas dasar rasa hendak memiliki, akhirnya anda paksakan. Kamu mengolah arah demi dia.

Risikonya kelak anda akan kehilangan kepribadian dan yang lebih parah, pelan-pelan kamu malah akan menyakiti hati. Padahal yang namanya dipaksatersebut tak enak sekali. Seperti dikurung dalam lokasi gelap namun terus diminta tumbuh normal. Susah sekali! Sama halnya dengan hubungan kalian. Ada sejumlah hal yang sebetulnya nggak dapat kamu paksakan. Atau anda harus siap dengan risiko yang bikin hatimu sakit laksana ada belati yang tertanam.

1. Kalau anda nggak powerful dengan sifatnya yang gampang main tangan, lebih baik ikhlaskan, daripada membuatmu fobia sepanjang jalani hubungan
Pacaran memang momen saling mengenal lebih dalam. Namun andai dalametape pengenalan ini dia udah berani main tangan, lebih baik ikhlaskan hubungan guna bubar. Sebab sifatnya ini udah tergolong kelewatan. Kedua orangtuamu yang merawatmu semenjak kecil saja nggak berani melukaimu seperti. Masa’ dia yang anda harapkan melindungi malah dengan mudahnyamengayunkan pukulan?

Kalaupun kamu hendak bertahan, jajaki renungkan baik-baik. Kalau diadapat ringan tangan kepadamu, bakal ada bisa jadi dia pun mudah main tangan pada anak-anakmu nanti. Lalu apa yang anda harapkan dari sifatnya yang telah berlebihan laksana ini?

2. Saat salah satu salah satu kalian tak hendak bertahan, bikin apa diteruskan? Toh bila dipaksakan, melulu menyisakan kepura-puraan
Lamanya menjalin hubungan tak memastikan keseriusan. Bisa saja dia atauanda sebenarnya udah hendak bubar. Hanya saja terlampau sopan guna bilang duluan. Kalau salah satu salah satu kalian telah tak hendak bertahan, ya bikin apa diteruskan? Toh pernikahan bikin sesuatu yang punya free sample guna dicoba. Kamu bakal selamanya menautkan hidupmu kepadanya. Seandainya kalian terus memaksa maju bersama, apakah nyaman hidup dalam kepura-puraan? Terlihat bahagia dari luar namun aslinya kalian udah saling asing dengan pasangan.

3. Kamu terus mengampuni dia yang dengan mudahnya berbagi hati. Mauhingga kapan perasaanmu tahan diperlakukan laksana ini?
Kepercayaan tersebut harga mati dalam suatu hubungan. Nggak dapat ditawar, walau kehadirannya dapat dicicil pelan-pelan. Tetapi beda halnya andai kepercayaanmu ini justeru disalahgunakan. Karena tahuterlampau sayang kepadanya, dia malah berbagi hati dengan mudahnya.

Secara logika, anda akan mengikhlaskannya. Tapi hatimu punya teknik sendiri guna menyikapinya. Kamu terus saja memaafkannya sebenarnya sudah berulang kali kepercayaanmu diruntuhkan begitu saja. Kalau keyakinan yanganda bangun terus saja diruntuhkan laksana ini, inginkan sampai kapananda bertahan? Ingat, dirimu pun berhak menikmati kebahagiaan. Bukanmelulu memaafkan kekeliruan yang berulang.

4. Kamu inginnya selow namun dia hendak cepat-cepat menikah. Kalau nggakterdapat yang inginkan mengalah, jalan terbaik barangkali berpisah
Seperti yang dibilang di awal, hubungan ialah tentang kemauan melangkah bersama. Prosesnya pun perlu strategi khusus supaya tak terdapat yang tertatih nantinya. Namun sesudah sekian lama bersama, terdapat satuurusan yang berbeda. Yaitu mengenai kecepatan untuk mengarah ke gerbang pernikahan. Kamu inginnya selow sedangkan dia inginnya cepat-cepat menikah. Perbedaan ini andai tak disikapi dengan mengalah, barangkali jalan terbaik ialah berpisah. Sebab bikin apa dipaksakan bila laju melangkah kalian telah tidak sama?

5. Kalau dia hanya dapat mengekangmu, bikin apa memaksakan diri guna bertahan. Toh dirimu sendiri yang akan tidak jarang kali kepayahan
Menuntut pasangan supaya menjadi lebih baik tersebut wajar. Namun mestidilaksanakan dalam porsi yang wajar. Jika tuntutan yang diserahkan terlalu besar, yang terdapat malah melulu mengekang pasangan. Kalai dia hanya dapat mengekangmu tanpa inginkan tahu apa yang anda inginkan,terlampau naif rasanya bila hubungan ini dipertahankan. Sebab anda sendiri yang bakal kepayahan. Tuntutannya melulu dia diserahkan dari kacamatanya. Tanpa inginkan tahu apa yang menjadi pendapatmu.

6. Hubungan tanpa restu tersebut rapuh dari luar. Sekuat apapun anda paksakan, besok akan terdapat hati orangtua yang tersakiti
Meski anda dan dia udah sama-sama dewasa dan hidup pisah dari keluarga, restu orangtua tetap menjadi di antara hal yang penting untuk kelanjutan hubungan. Tanpa restu mereka, hubungan kalian tampak rapuh dari luar. Semesta pun mungkin tak menyokong kalian. Sebab restu orangtua ialah restunya juga. Sekuat apapun kalian paksakan, bakal ada saatnya anda akan merasa bersalah. Karena sudah menyakiti hati orang-orang yang sudah membawamu ke dunia ini.

Segala sesuatu yang dipaksakan memang nggak bakal nyaman. Termasuk memaksakan sesuatu dalam hubungan. Sebab hubungan ini mencantol dua orang. Kalau nggak terdapat yang inginkan menyesuaikan dan mengalah,kemudian apa hakikat dari hubungan ini? Bukankah memaksakan kehendakmelulu berujung pada sakitnya hati?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *